Filsafat
Filosofi Teras
Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring ini, membedah cara berpikir ala Filsafat Stoisisme (stoa) yang sekiranya sudah ada sejak 2.500 tahun lalu. Lalu coba dibawa serta untuk menjawab sejumlah persoalan masa kini, utamanya tentang mental drop atau depresi yang marak kita hadapi.
Pada intinya, buku yang ditulis dengan tutur yang mudah dimengerti, disertai pula contoh kasus dan ilustrasi yang ramah secara visual, Sedang bahasannya juga mudah dicerna ini memuat banyak multivitamin mental.
Bahwa dalam kehidupan modern saat ini, kita perly melatih mental yang handal dan tidak mudah baper apalagi insecure. Prinsipnya, bahwa untuk bahagia ala filsafat teras kita hanya perlu fokus pada apa yang bisa kita kendalikan, memaksimalkannya dan menjadi tuntutan dalam menjalani kehidupan biar tidak mudah depresi.
Buku ini juga membagi kendali tadi dengan sebutan trikotomi menurut Wiliam Irvine, yakni; 1. hal yang bisa kita kendalikan (ini berkaitan dengan cara kita melihat dan menanggapi sesuatu). 2. Hal yang tidak bisa kita kendalikan (ini berkaitan pada sesuatu diluar diri kita, misalnya pikiran dan tindakan orang lain). 3. Hal yang sebagian (atau diartikan sebagai sesuatu yang prosesnya bisa kita kendalikan namun hasilnya tidak; contohnya ujian, wawancara pekerjaan, perlombaan dsb).
Selain itu buku ini juga memberikan tuntunan kita biar bisa memiliki mental baja, tidak mudah tumbang, insecure, dengki, putus asa apalagi sampai baper bertahun-tahun.
Nah...buku ini enak dibaca santai, apalagi didiskusikan sama teman. Meski dengan tebal 312 halaman, namun materinya menuntun kita untuk terus membolak balikkan tiap halamannya.
Sembari menyeruput kopi gula aren, bersama buku ini cukup membuat kita bergumam lirih....aahhh....mantap...

Post a Comment
0 Comments